Selamat datang

Jadikanlah situs ini sebagai tempat untuk menemukan informasi yang mungkin anda butuhkan ^_^

Saturday, March 31, 2012

MITOS BIJUU DALAM LEGENDA JEPANG ( PART 3)

MITOS BIJUU DALAM LEGENDA JEPANG ( PART 3 )


ISONADE / SANBI (EKOR TIGA)


Isonade adalah monster ikan dalam legenda Jepang.
Ceritanya diteruskan turun
temurun di Matsuura,
Provinsi Hizen
dan laut di Jepang Barat.
Kisah ini juga terdapat dalam Ehon Hyaku Monogatari, sebuah kumpulan buku cerita aneh.

Dalam literatur kuno
Honsōsenkō, monster ini disebut Ōguchiwani (Ōguchiwani hiu bermulut
besar).
Isonade berbentuk seperti hiu dengan tanduk di
kepalanya serta memiliki tiga
buah ekor dan tiga buah
sirip, ia juga mampu
mengendalikan air sesuai dengan keinginannya.
Ia pertama kali ditemukan di
perairan YAMAGAWA dan hidup di kedalaman perairan
Jepang bagian barat.

Setiap beberapa bulan dia akan keluar ke permukaan untuk
menghirup udara.
Ketika dia melakukan hal ini dia akan
menimbulkan badai dan
ombak di perairan
sekitarnya, semua kapal didekatnya akan tenggelam
dan kemudian dijadikan
makanan oleh ISONADE.
Dia juga sering menyerang
kapal-kapal yang berlayar di
lautan bebas.

ISONADE memiliki bawahan bernama SAMEHADA yang
hidup di dalam perut Isonade dan membantu menambah chakranya hingga lima kali besar.
Makanan Samehada berasal dari sisa makanan
yang dimakan Isonade.

Dalam cerita mitologi jepang
perang sembilan dewa,
Isonade, yang memiliki;
SIMBOL Elemen air, mengalami empat pertarungan;
Yaitu:
Dua kali menang (melawan KAKU dan SHUKAKU),
Satu kali kalah (melawan Nekomata), dan
satu kali melarikan diri (saat
melawan YAMATA NO OROCHI).


Isonade muncul kalau angin utara berhembus kencang.
Perahu yang lewat di
dekatnya akan diserang.
Dia berenang dengan perlahan-lahan tanpa suara.
Ketika laut tenang bagaikan diusap, isonade secara tiba-tiba menyerang mangsa dengan
sirip ekor.
Sebelum menyerang, dia tidak akan
menampakkan dirinya.
Mangsa dijatuhkan ke laut
dan dimakan.
Orang yang berada di atas kapal, tidak akan mengetahui kalau
isonade sedang mendekat.

Kalau orang sadar warna air laut sudah berubah, maka
semuanya sudah terlambat.
Lalu, orang akan merasakan
angin bertiup dari
permukaan laut menyentuh
tubuh.
Angin itu berasal dari sirip ekor isonade.
Kalau orang itu sadar isonade
sudah datang, orang itu
pasti sudah ditangkap
olehnya.
Bagi orang yang naik perahu, isonade merupakan makhluk yang
benar-benar menakutkan.

Tidak ada usaha pencegahan
yang bisa dilakukan agar
orang tidak dimakan isonade.
Begitu ironis, alih-alih melaut menangkap ikan, malah orangnya
ditangkap ikan.

Menurut salah satu penjelasan, asal
usul nama isonade, adalah permukaan laut yang
bagaikan diusap (bahasa Jepang: naderu) ketika
makhluk ini muncul dari bawah lain.
Kisah lain mengatakan, ketika sirip
ekornya menyerang orang,
terlihat seperti sedang mengusap.
Menurut orang di kota Kumano, Prefektur Mie, kalau ada orang mati di pantai, orang "itu mungkin
diusap isonade" (isonade ni
naderareta nodarō).


Menurut perkiraan peneliti
yōkai
bernama Katsumi Tada,
isonade bukanlah makhluk
imajinasi, melainkan istilah yang dipakai untuk menyebut paus pembunuh.
Namun, paus pembunuh tidak memiliki sirip ekor penuh jarum seperti isonade.

Berdasarkan fakta, orang Jepang mulai berdagang ke Cina dan Asia Tenggara sekitar Zaman Muromachi,
orang Jepang yang sampai di Asia Tenggara untuk pertama kalinya melihat buaya muara yang kulit di
punggung hingga ke ekornya memiliki banyak tonjolan.
Hal tersebut menjadi inspirasi
untuk menciptakan monster
isonade yang memiliki jarum-
jarum di ekornya.

TAKDIR

: Nelayan dan ksatria pemberani dari
Yokohama, yaitu Takuma Muramasa , mengorbankan dirinya di dua desa dengan aksi berani,memancing Isonade, mendekat dan menyegel bawahannya Samehada dalam” Alat Kekuasaan : Pot Ikan Hiu” dan disegel dalam Tempat Suci Air.

Isonade lalu menjadi tak dapat memperoleh chakra tambahan, dan pada akhirnya kelelahan dan dihisap oleh Segel Alat
Kekuasaan di Tempat Suci Air.
Akibatnya, Isonade tidak dapat menggunakan chakra masif sehingga
tidak membahayakan manusia.

KEMAMPUAN

: Kekuatan air pada umumnya.

SIMBOL ELEMEN
: Air (Dewa Air).

ASAL
: Empat kepulauan negara Nanju-Area Laut Yawagawa..

Nah, akhirnya Part 3 udah selesai juga ya,,
nantikan part selanjutnya yaa. . .
Sumber : google.com

8 comments:

Terimakasih telah menyempatkan waktunya untuk membaca dan mengunjungi blog sederhana ini.
Jangan lupa Untuk selalu memberikan Tanggapan setelah baca Artikelnya, dengan komentar yg sopan. :D